THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 08 Maret 2009

novel-kambing jantan
diadaptasi dari buku karangan raditya dika , yang berjudul sama , kambingjantan ..
menceritakan tentang ketololan radith sewaktu di adelaide , mulai dari kalah bulu tangkis sama harianto , disamain kaya anjing sama cewe korea , sampe nyomblangin temennya sama resepsionis apartemennya ..
buku-
Radikus Makankakus : Bukan Binatang Biasa
satu lagi buku bego dari radith .. ceritanya gokil , dari radith dan temen"nya kena karma selama bertahun" karena ngejekin temennya dari NTB yg agak katrok untuk jadi orang Jakarta , sampe ngadepin temennya di UI yang punya 3 kepribadian ..
buku-Babi Ngesot : Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang
tolol , anjrit tolol ..
isinya cerita pengalaman hidup radith yang nggak ada normal-normalnya .. mulai dari ngidam pengen pelihara tuyul sampe keluhannya pas punya bisul di keteknya ..
film-setan budeg
3 pemburu mayat, (Eddi Brokoli, Hardi Fadillah, Rizky Mocil) bertugas mengurusi mayat tanpa identitas yang bertebaran di jakarta. Suatu kali, mereka terkejut ketika mayat seorang perempuan yang tewas ditabrak kereta hilang dari ambulans. Pak joko (Kiwil) sang. atasan, memberi ultimatum agar mereka menemukan jenazah tersebut dan mengembalikannya ke rumah mayat. Jenazah gadis yang bernama Lala tersebut adalah seorang gadis bisu tuli, saudara kembar dari anita (dewi persik). Ketika mereka sibuk memburu jenazah Lala, tanpa disadari mereka pun sedang diburu oleh arwah yang dipenuhi dendam tersebut

sumpah, (ini) pocong !!

Sugandhi (Jarwo Kwat), pejabat public yang berambisi mempertahankan masa jabatannya untuk kedua kalinya. Semua musuh politik nampaknya sudah bisa dikendalikan. Ia optimis meraih masa depan, segala cara dihalalkan

Istrinya, nani (Julia Perez) asik menikmati peran sebagai istri orang nomor satu. Ia selalu menjaga kebugaran dengan arahan instruktur tampan Fahmi (Agung Udijana) yang diam-diam ditaksirnya untuk dijadikan brondong manis

Suatu hari muncul tuduhan kelakuan tak senonoh mengancam kelanggengan kekuasaan Sugandhi. Atas saran penasehat spiritualnya, Ki Bolon, Sugandhi berani melakukan sumpah pocong untuk menjaga citra dan kelanggengan kekuasaannya. Asistennya yang setia, Tatang (Udji Tonki) dengans igap membawakan kain kafan. Masalahnya kain kafan itu milik seorang warga (Aming) yang tak sudi harus dikubur dengan kain sarung Tatang. Hantu pocong bersarung itu kemudian menuntut balas. Tak hanya pada Tatang tapi juga Nani dan Sugandhi

Dapatkan Sugandhi berdamai dengan kebenaran? Berdamai dengan Nani? Bahkan berdamai dengan si pocong bersarung?

A Thousand Splendid Suns

Hati pria sangat berbeda dengan rahim ibu, Mariam.

Rahim tak akan berdarah ataupun melar karena harus menampungmu.
Hanya akulah yang kaumiliki di dunia ini,
dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi.
Tak akan ada siapa pun yang peduli padamu. Karena kau tidak berarti!
Itulah kutipan dalam A Thousand Splendid Suns karya Khaled Hosseini, sang penulis The Kite Runner. Kalimat itu sering kali diucapkan sang ibu setiap kali Mariam bersikeras ingin berjumpa dengan Jalil, ayah yang tak pernah secara sah mengakuinya sebagai anak. Dan kenekatan Mariam harus dibayarnya dengan sangat mahal. Sepulang menemui Jalil secara diam-diam, Mariam menemukan ibunya tewas gantung diri.
Sontak kehidupan Mariam pun berubah. Sendiri kini dia menapaki hidup. Mengais-ngais cinta di tengah kepahitan sebagai anak haram. Pasrah akan pernikahan yang dipaksakan, menanggung perihnya luka yang disayatkan sang suami. Namun dalam kehampaan dan pudarnya asa, seribu mentari surga muncul di hadapannya.
“Emosi terpendam, kekuatan cinta, keindahan, keterlarangan, dan kesabaran tanpa batas, semua ditampilkan Khaled Hosseini dalam A Thousand Splendid Suns.”
--O, the Oprah Magazine
“A Thousand Splendid Suns berisikan cerita memilukan tentang dua perempuan Afghan dalam mempertahankan hidup dengan segenap kekuatan mereka.”
--Booklist
”Inspirasional, menyentuh hati … A Thousand Splendid Suns menuturkan secara dalam tentang pencarian dan pengorbanan cinta.”
--Family Circle

0 komentar: